THINKsTHING

= mikirin sesuatu, berpikir itu sesuatu,menimbang-nimbang (Jw)

Perdamaian kolonel Ghadhafi

Posted by randri on December 25, 2006

25 Desember dirayakan sbg Chrismast Day. Umat Kristen yang juga anak-anak Ibrahim seperti muslim yang menyembah satu Allah merayakannya di seluruh dunia.Saya teringat Romo Mangun pernah menulis tentang orng kuat Libya Moammar Ghadafi, yang terkenal tokoh bandel padang pasir minyak ini memprakarsai dialog ahli-ahli 2 agama ini dari berbagai penjuru, terkenal dengna dialog Tripol.

Upacara pembukaan menapaskan persaudaraan Islam Kristen bak zaman para Khalif di Kordoba dan Sisilia. Pihak Kristen membaca Injil Matius bagian Khotbah diatas Gunung: berbahagialah yang berjiwa sederhana…lembut hati…murni hati…perdamaian…. sedangkan pihak Islam membacaayat2 Alquran tentang kelahiran Isa putra Maryam, memujinya, dan jujur ditutup dengan ketegasa ” Allah tidak berputra”

Ternyata kedua pihak sadar dengan perbedaan pendapat teologis itu, dan tidak lantas mengorbankan suatu dialog realistis ke dalam persengketaan tetek bengek terutama saat krisis materialisme dan keserakahan merajalela di atas bumi.

Posted in Uncategorized | 2 Comments »

LUTUT DAN DOA

Posted by randri on December 25, 2006

Di mushola lingkungan kami, alhamdulillah, yang muda dan tua tampak begitu tekun sholat berjamaah. Sering saya perhatikan bapak-bapak yang sudah tak kuat berdiri, sholat pun dengan duduk. Ada juga yang kakinya telah diamputasi karena kecelakaan, tetapi tetap aktif ke masjid berjamaah.

 

Pernah suatu ketika, lutut saya terasa sakit karena terjatuh dari kendaraan. Rasanya begitu nyeri saat harus berdiri dan berlutut (ruku dan sujud) di waktu sholat. Tersadarlah saya bahwa tubuh memang ditopang oleh kedua lutut itu. Lalu terlintas dalam pikiran saya sebuah riwayat Rasulullah yang mengabarkan bahwa beliau kalau sholat malam sampai bengkak-bengkak kakinya karena lamanya berdiri, padahal beliau manusia yang maksum, terjaga dari dosa. Beliau menjawab bahwa itulah syukurnya atas segala nikmat dari Allah.

 

Sebagai muslim(ah) tentunya aktivitas doa dengan berlutut bukan hal yang asing. Tetapi pertanyaan yang muncul pada saat itu untuk diri saya sendiri adalah: kapan sih lutut saya pernah terasa sakit karena saya banyak berlutut saat berdoa? Apalagi meniru seperti Rasulullah SAW? (Pertanyaan ini sekaligus menunjukkan kekurangan diri saya). Mungkin pertanyaan yang lebih esensial lagi daripada itu (berdiri, ruku’, sujud atau duduk), seberapa sering kita menggunakan doa dan shalat untuk menopang diri kita, maksudnya hidup kita?

 

Saat kita ditimpa kesulitan, kita memang dapat memperoleh bantuan dari banyak sumber, bisa teman, konselor, buku, guru atau orang tua; tetapi seorang muslim tentu mengimani bahwa tak ada yang lebih baik selain topangan dan kekuatan yang kita dapatkan dari Allah tatkala kita berdoa.

Sabda Rasulullah SAW: “Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah semata. Kalimat ini adalah satu kekayaan dari kekayaan surga”. Firman Allah : “Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku”. (QS 2:186). Berarti orang yang menggunakannya bagaikan dia hidup dalam sorga karena Allah yang menjaminnya.

 

Kembali ke pribadi, mungkin kita tidak mendapatkan kesan yang mendalam saat berdoa, karena hanya sekedar ucapan lidah dan ungkapan verbal hafalan yang tidak menyebabkan keterpanggilan hati. Ibarat burung beo yang mengucapkan kata hanya sekedar meniru, tanpa mengerti dan menghayati. Syariatnya, kita diminta tetap tekun berdoa karena doa itu juga saripatinya ibadah. Bukankah kita akan menjadi sombong jika tidak pernah sekalipun merasa bergantung, syukur, padahal sejatinya kita ini makhluk lemah? Masih sering saat kita berdoa ternyata jasmani kita belum siap. Kita masih tertawa-tawa, bahkan bercanda. Pernahkah kita bandingkan doa kita di saat teraniaya atau terkena kesulitan dengan di saat biasa? Perlu kita renungkan pula bahwa doa ternyata tidak sekedar membutuhkan kefasihan semata tetapi lebih pada kesungguhan hati. Berarti, Saya harus terus belajar berdoa. Oh ya, bagaimana dengan lutut kita saat ini?

 

Allahu a’lam.

Posted in Uncategorized | 2 Comments »

Mencoba

Posted by randri on December 24, 2006

wyg1.jpgMencoba, bukan sekedar coba-coba, itu kata yang sering diucap orang tua yang ingin anak(didik,asuhan)nya bisa.

dari mencoba berolehlah pengalaman, dari pengalaman beroleh pengertian, dari pengertian beroleh pemahaman, dari pemahaman beroleh penyikapan, dari penyikapan beroleh efek.

It works!

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

THINKsTHING

Posted by randri on December 24, 2006

rahmi-andri-wijonarko-st_edited.jpgWelcome to WordPress.com. This is Andri’s thinksthing blog.

Thinksthing
=mikirin sesuatu
=mikir itu sesuatu
=thinthing (Jw)=mikir-mikir

Posted in Uncategorized | 2 Comments »